Home > Info Sehat

Langkah-langkah Menolong Korban Kecelakaan dengan Benar

Dahulukan menolong korban yang masih hidup.
Ilustrasi. Kecelakaan Lalu Lintas. Gambar: Republika
Ilustrasi. Kecelakaan Lalu Lintas. Gambar: Republika

DIAGNOSA -- Korban kecelakaan yang tidak segera ditolong dapat terancam kematian.Pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga medis datang, dapat menyelamatkan jiwa korban dan mencegah kecacatan. Ayo. kita semua bisa menjadi penolong.

Apa yang kita harus lakukan ketika menemui peristiwa kecelakaan?

1. Segera hubungi 119*

2. Sebelum menolong, pastikan diri anda tidak ikut celaka

3. Minta bantuan orang di sekitar anda untuk mengamankan lokasi kejadian.

4. Matikan semua mesin kendaraan bermotor yang terlibat dalam kecelakaan.

5. Dahulukan menolong korban yang masih hidup.

6. Bila memungkinkan, pindahkan korban ke lokasi yang lebih aman dengan cara yang tidak memperparah korban.

7. Jangan memindahkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan karena merupakan barang bukti kepolisian.

Langkah Pertama menolong korban kecelakaan.

Pastikan kondisi emosi anda tenang dan siap menolong korban serta pastikan Korban Kecelakaan Masih Hidup atau Sudah Meninggal. Cara mendeteksi secara cepat:

1. Pastikan korban dalam kondisi sadar atau tidak.

2. Dengar dan Rasakan hembusan napas korban dengan cara “mendekatkan telinga/ pipi ke hidung korban” sambil melihat pergerakan naik turunnya dada korban, untuk memastikan korban bernapas atau tidak.

3. Periksa kuku korban dan menekannya, bila sudah dari awal pucat dan dingin, atau awalnya kemerahan dan diberi tekanan selama 2 detik, kemudian menjadi pucat dan tidak kembali kemerahan maka korban sudah meninggal.

Langkah Kedua : Bila Korban Masih Hidup, Apakah Korban Dalam Keadaan Sadar? Cara mengetahui kondisi korban :

1. Korban masih sadar apabila korban merespon dan dapat berkomunikasi aktif

2. Merespon suara: Berespon hanya bila dipanggil namanya, cenderung tidur

3. Merespon nyeri: Berespon hanya bila diberi rasa nyeri. Respon hanya berupa erangan / usaha menepis

4. Tidak memberikan respon : Korban tidak memberikan respon setelah diberikan rangsang nyeri.

Bila Korban Sadar Dan Mengeluh Sesak Napas.

Lepaskan semua yang mengikat pada tubuh korban seperti:

1. Helm

2. Jaket, dasi bila ada dan buka kancing kemeja korban

3. Pengait celana korban tanpa membuka resletingnya.

Longgarkan ikat pinggang pada celana korban. Jangan memberi minum pada korban ketika sesak napas. Selanjutnya tunggu sampai bantuan medis datang.

Bila Korban dalam Kondisi terjepit

Bila korban sadar, pastikan korban tidak panik. Jangan menarik korban secara paksa bila masih ada hambatan. Pastikan korban telah bebas dari semua hambatan/jepitan. Pada kondisi korban terjepit diantara 2 benda bergerak, cukup bebaskan disatu sisi dan jadikan sisi yang satu sebagai sandaran supaya korban tidak langsung terjatuh ketika jepitan dilepaskan.

Bagaimana bila korban berada di Jepitan antara kursi mobil dan dashboard/kemudi?

1. Posisikan sandaran kursi pada posisi tegak lurus.

2. Posisikan korban bersandar pada sandaran kursi mobil, agar tetap menjaga daerah tulang belakang tetap lurus

3. Mundurkan kursi sampai posisi maksimal.

4. Lepaskan sabuk keselamatan (safety belt) korban bila mudah dilepaskan atau dengan cara dipotong.

5. Setelah tubuh korban terbebas dari himpitan, bebaskan bagian bawah (kaki) korban dari himpitan pedal rem/ kopling.Bila ada kelainan bentuk pada kaki korban, hati-hati karena kemungkinan kaki korban dalam kondisi patah. Gerakan kaki hanya mengikuti arah sendi putar.

Langkah Ketiga: Bila Korban Tidak Sadar, Pastikan Saluran Napas Tidak Tersumbat, Tanda-tanda Jalan Napas Tersumbat: terdengar suara mendengkur atau berkumur

1. Periksa apakah terdapat cedera pada kepala dan leher

2. Jika tidak terdapat cedera pada kepala dan leher, maka buka jalan napas dengan cara “menengadahkan kepala korban dan mengangkat dagu korban” (Head Tilt – Chin Lift).

3. untuk pasien dengan kecurigaan cidera kepala yang disertai cidera tulang leher, maka untuk membuka jalan napasnya digunakan cara “dorongan membuka rahang” yang dikenal dengan Jaw Thrust

4. Untuk pasien dengan suara berkumur yang di duga cairan (darah, muntahan, dsb).miringkan tubuh korban ke satu sisi yang memungkinkan cairan dalam mulut korban mengalir keluar.

Kaidah Melepaskan Helm ( Harus dilakukan oleh dua orang penolong )

1. Penolong pertama menjaga kepala dan leher korban agar tidak bergerak dengan posisi kedua telapak tangan pada leher dan kepala. Posisikan jari-jari pada rahang bawah korban, untuk mencegah tergelincirnya helm bila tali pengikat lepas

2. Penolong kedua melepas tali helm dari kaitnya atau bila sulit memotongnya.

3. Penolong kedua meletakkan satu tangan pada sudut rahang dengan ibu jari pada satu sisi dan jari- jari lainnya pada sisi lain. Sementara tangan yang lain menopang area belakang kepala.

4. Penolong pertama kemudian melebarkan helm ke kedua sisi hingga melebihi telinga dan secara hati-hati melepaskan helm. Bila helm nya model tertutup maka kaca penutup harus dilepaskan terlebih dahulu.

Langkah Keempat : Apabila Terdapat Pendarahan Deras, Lakukan:

1. Hentikan pendarahan dengan menekan langsung pada tempat yang berdarah bisa dengan menggunakan kain yang digulung ataupun alat/ benda lainnya dengan cukup kuat.

2. Jangan sembarangan memberikan benda apapun untuk menghentikan perdarahan, seperti mengoleskan oli, minyak rem, dll.

3. Posisikan daerah yang mengalami perdarahan lebih tinggi daripada jantung

4. Pertahankan balut tekan sampai bantuan medis datang.

Perdarahan yang banyak dan tidak segera diatasi dapat menyebabkan korban kehabisan darah dan mengakibatkan kematian.

× Image